Sabtu, 27 September 2008

Mari Kita Hadapi ini Bersama


"jika kita berupaya sekuat tenaga menemukan sesuatu dan pada titik akhir upaya itu hasilnya masih nihil. sebenarnya kita telah menemukan apa yang kita cari dlm diri kita sendiri, yaitu KENYATAAN. kenyataan yg harus dihadapi sepahit apapun keadaanya.."


Jumat, 26 September 2008

Seperti Itukah?? Idealismemu

Setiap tahun ratusan ribu generasi muda di Republik ini mengadu nasib untuk menimba pendidikan....Setiap tahun juga ratusan ribu generasi muda di "selesaikan" dari tempatnya di didik sebagai manusia yang terpelajar...

tetapi sebenarnya dilema dan ironi mahasiswa, hanya menyisakan 2 pilihan :

Yang pertama, tetap bertahan dengan cita-cita idealismenya. Menjadi manusia yang non-kompromistis. Orang-orang dengan aneh dan kasihan akan melihat sambil geleng-geleng kepala ; " dia pandai dan jujur tetapi sayangnya, kaki-nya tidak menjejak tanah "....

atau yang kedua ; Dia kompromi dengan situasi yang baru, lupakan idealime dan ikut arus. Bergabung dengan komunitas atau link yang kuat ( seperti ; partai, TNI, ormas, atau link lainnya ) dan belajar-lah teknik berfitnah dan menjilat. Karier hidup akan cepat menanjak atau kalo mau lebih aman kerjalah disebuah perusahaan yang bisa memberikan sebuah mobil, sebuah rumah atau jaminan-jaminan lainnya, dan belajar patuh kepada atasan, kemudian carilah istri yang cantik dan sexy....lalu kehidupan selesai...

OLD SOLDIER and YOUNG SOLDIER

"saya pikir ini bukan masalah tua, atau muda-nya kita membangun bangsa dan negara ini..."

Kerapkali pemuda menyesali orang tua menuduhnya bekerja terburu-buru dan kurang berfikir. Kerapkali orang muda menuduh orang tua lambat bertindak dan terlalu banyak berfikir.
Alangkah sibuknya dunia pimpinan hanya di tangan orang muda. Dan dunia akan membosankan kerana lambat gerak gayanya kalau yang memimpin hanya yang tua-tua.
Gabungan di antara gelora semangat yang muda dengan fikiran yang tua itulah yang menimbulkan keseimbangan di dalam perjalanan hidup berbangsa dan bernegara.....

terima kasih...

Rabu, 24 September 2008

NOTHING

Buat yang bercing-ci-ri-pid, yang ber-co-co-meo, yang bersontoloyo, membahas masalah-masalah yang sebenarnya tidak perlu dibahas, yang harusnya di pangkas habis......


RUU ANTI PORNOGRAFI

seperti nama merk dagang produk celana dalam keluaran negeri antah berantah, yang mendambakan rakyat di negerinya, tidak menggemari film-film porno, yang notabene menurut saya, itu-lah film terbaik yang pernah di buat manusia....huahauhauahaua -

OK-lah!!

mengapa, ini menjadi daya tarik sendiri buat aku, secara pribadi dan mengundang minat saya untuk yah sekedar untuk membersihkan mulut setelah seharian bergumul dengan sumpah serapah di kota jakarta yang " GILE NEK, Masih Panas Ajah "........

Mari saya mulai...
Tes Tes Tes......
Ehem....Begini, saudara-saudariku yang lahir di luar kandungan ibuku,,,,,,

Kemarin, saya melihat di sebuah stasiun televisi swasta, nama nya stasiun lempuyang ( kenapa hanya jogja yang ada di kepalaku ), yah maksud saya, ya itu stasiun televisi, cukup dan titik,,,

sebuah acara yang menjadi tempat berdebat kedua kubu baik yang PRO RUU PORNOGRAFI DAN ANTI RUU ANTI PORNOGRAFI......

acara berjalan sangat membosankan, acara yang harusnya menjadi media untuk mencari solusi, mencari jalan tengah, malah yang muncul adalah sebuah acara untuk mencari menang dan kalah....yang menjadi keheranan saya adalah kengototan mereka, bahwa itu perlu, atau bahwa itu tidak perlu......

bahkan ditengah-tengah acara tersebut, karena bosan, saya sempatkan menyetel film porno favorit saya yang berjudul " Beranak di dalam kubur "................

ah, kenapa itu perlu diperdebatkan, RUU PORNOGRAFI, benar-benar gak penting banget deh,,,,dia sama halnya hari ini kita pake celana dalam warna apa, ah yang penting pake itu sudah cukup.....


Saya cuman pengen bertanya, kepada mereka :

1. Apakah Tuhan dulu, saat menciptakan Adam dan Hawa lengkap dengan pakaian, atau minimalnya Tuhan menyediakan juga seperangkat alat mesin jahit,,,

2. Apakah ketika bayi-bayi itu lahir di dunia, mereka menggunakan baju merk dagadu, ataupun celana jeans merk Levi's,,,

yang saya maksud adalah, dengan porsi yang kita debatkan dalam RUU tersebut, berarti kita menjadikan TUHAN SEBAGAI TERSANGKA......

ah mbuhlah, tulisan saya semakin ngawur saja, melihat film porno membuat saya ingin melakukannya juga...' eh, melakukan apa ? " tanya kawan saya.


Melakukan ini lho, semua ini cuman yang harus disalahkan manusianya...

seperti saya, ketika saya melakukan maaf onani, apakah pantas saya membela diri dengan mengatakan keperjakaan saya telah di rengut oleh diri saya sendiri.....

ataupula,

saat saya bugil di depan kamera, bukan tidak mungkin, bisa saja saya menyalahkan produsen pembuat HP, " ih kok bikin HP ada cameranya cih? " kenapa gak sekalian ada toiletnya segala"

bisapula,

Wah, senang sekali rasanya berjemur di pinggir pantai, tanpa menggunakan baju dan kolor,,,alias plongggg, maknyuzzz, terasa nyezzz di anu, dengan alasan matahari panas neh, udaranya hot, sah-sah kan kalo kita berbugil ria...

lho-lho, kok malah menyalahkan Tuhan lagi....



mengapa ini perlu kita cermati kembali, duduk bersama, menikmati segelas kopi di sore hari yang semi mendung semi porno, alah....

karena RUU ini tidak bisa memberikan keterangan, rambu-rambu yang jelas, batas-batas yang perlu, sampai dimana sih sesuatu itu dikatakan Porno...
ataukah dengan alasan, eh ini untuk menyelematkan generasi bangsa...ya elah, bapak-ibunya kemana,,,

sebagai contoh, seorang ibu pulang malam, karena lembur, trus ketika di jalan ditangkap karena menurut anggapan orang-orang PRO, wanita pulang malam= wanita tidak baik-baik, alias pelacur....

ini ada cerita nyatanya di TANGERANG....muke gile....pinkan mambo aja bilang tapi ku baik-baik aja. Kejadian seperti itu bisa-bisanya memvonis itu wanita tidak baik-baik...


Yo wes lah, mumet bersumpah serapah, tulisan ini juga tidak ditujukan kepada siapa-siapa,,,

lagian saya tidak terlalu peduli dengan RUU tersebut, bodo, mana ada urussss.....

yang penting ndutz is the best

Selasa, 23 September 2008

CEMBURUKU PADA ES CREAM MOO-MU


HARI INI JUGA, AKU AKAN ADAKAN PERLAWANAN KEPADA ES CREAM MOO, SAMPAI KE UJUNG DUNIA, HINGGA DI AKHIR JAMAN..........
( Sumpah Palapa, Tugu Monas, 23 September 2008 )

Minggu, 21 September 2008

NONA

Sudah cukup jauh
Perjalanan ini
Lewati duka lewati tawa
Lewati segala persoalan

Kucoba berkaca
Pada jejak yang ada

Ternyata aku sudah tertinggal
Bahkan jauh tertinggal
Bodohnya diriku
Tak percaya padamu
Lalu sempat aku berfikir
Untuk tinggalkan kamu


Nona maafkan aku

Nona peluklah aku
Nona begitu perkasanya dirimu

Yakiniku


Nona marahlah padaku
Nona,,,Nonaku


Aku tak peduli
Apa kata mereka
Hari ini engkau disini
Esok tetap disini


Nona maafkan aku

Nona nona nona nonaku
Nona nona nona nonaku


HeHeHeHeHe -

NdutZ " Colaboration in Love "


Kulayangkan pandangku melalui kaca jendela
Dari tempatku bersandar seiring lantun kereta
Membawa diriku melintasi tempat-tempat yang indah
Membuat isi hidupku penuh riuh dan berwarna


Kualunkan rinduku selepas aku kembali pulang
Takakan kulepaskan dekapku...karena kutahu pasti aku
Merindukanmu seumur hidupku...selama-lamanya...

Perjalanan inipun kadang merampas bijak hatiku
S’kali waktupun mungkin menggoyahkan pundi cintaku
Meretaskan setiaku...menafikan engkau disana
Maafkan aku...
Cepatku kembali...

Kutautkan hatiku....
Kuikrarkan janji...
Kubawa pulang diriku hanya untukmu
Kusanjungkan mimpi-mimpi hangati malam
Rindu ini membakar hatiku
Kuakan kembali pulang...kuakan kembali pulang...


Na...na...na...Naaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa


Aku ingin cepat kembali...aku ingin cepat di sampingmu...



Ke mana pun angin berhembus menuntun langkahku
Memahat takdir hidupku di sini
Masih tertinggal wangi yang sempat engkau titipkan
Mengharumi kisah hidupku ini

Meski kuterbang jauh melintasi sang waktu
Ke mana pun angin berhembus, ku pasti akan kembali

Kulukiskan indah wajahmu di hamparan awan
Biar tak jemu kupandangi selalu
Kubiarkan semua cintamu membius jiwaku
Yang memaksaku merindukan dirimu

Meski langit memikatku dengan sejuta senyum
Aku takkan tergoyahkan, aku pasti akan kembali

Meski kuterbang jauh melintasi sang waktu
Ke mana pun angin berhembus, ku pasti akan kembali

Meski langit memikatku dengan sejuta senyum
Ke mana pun angin berhembus, ku pasti akan kembali


( disadur dari lagu-lagu Grup Band Padi dan sedikit diplesetkan oleh saya sendiri )