Ingin kuludahi mukamu yang cantik
Agar kau mengerti bahwa kau memang cantik
Ingin kucongkel keluar indah matamu
Agar engkau tahu memang indah matamu
Harus kuakui bahwa aku pengecut
Untuk menciummu juga merabamu
Namun aku tak takut untuk ucapkan
Segudang kata cinta padamu
Mengertilah
Perempuanku
Jalan masih teramat jauh
Mustahil berlabuh
Bila dayung tak terkayuh
Maaf cintaku
Aku menggurui kamu
Maaf cintaku
Aku menasehati kamu
Mengertilah
Perempuanku
Kamis, 16 Oktober 2008
Mimpi Yang Terbeli
Berjalan di situ
Di pusat pertokoan
Melihat-lihat barang-barang
Yang jenisnya beraneka ragam
Cari apa di sana
Pasti tersedia
Asal uang di kantong cukup
Tentu tak ada soal
Aku ingin membeli
Kamu ingin membeli
Kita ingin membeli
Semua orang ingin membeli
Apa yang dibeli ?
Mimpi yang terbeli
Sebab harga barang tinggi
Tiada pilihan selain mencuri
Sampai kapan mimpi mimpi itu kita beli ?
Sampai nanti sampai habis terjual harga diri
Sampai kapan harga harga itu melambung tinggi ?
Sampai nanti sampai kita tak bisa bermimpi
Segala produksi ada disini
Menggoda kita untuk memiliki
Hari hari kita berisi hasutan
Hingga kita tak tahu diri sendiri
Melihat anak kecil
Mencuri mainan
Yang harganya tak terjangkau
Oleh bapaknya yang maling
Di pusat pertokoan
Melihat-lihat barang-barang
Yang jenisnya beraneka ragam
Cari apa di sana
Pasti tersedia
Asal uang di kantong cukup
Tentu tak ada soal
Aku ingin membeli
Kamu ingin membeli
Kita ingin membeli
Semua orang ingin membeli
Apa yang dibeli ?
Mimpi yang terbeli
Sebab harga barang tinggi
Tiada pilihan selain mencuri
Sampai kapan mimpi mimpi itu kita beli ?
Sampai nanti sampai habis terjual harga diri
Sampai kapan harga harga itu melambung tinggi ?
Sampai nanti sampai kita tak bisa bermimpi
Segala produksi ada disini
Menggoda kita untuk memiliki
Hari hari kita berisi hasutan
Hingga kita tak tahu diri sendiri
Melihat anak kecil
Mencuri mainan
Yang harganya tak terjangkau
Oleh bapaknya yang maling
Senin, 13 Oktober 2008
Mendaratlah Dengan Mulus
Waktu kau lewat aku sedang mainkan gitar
Sebuah lagu yang kunyanyikan tentang dirimu
Seperti kemarin kamu hanya lemparkan senyum
Lalu pergi begitu saja bagai pesawat tempur
Hei kau yang manis singgahlah dan ikut bernyanyi
Sebentar saja nona sebentar saja hanya sebentar
Rayuan mautku tak membuat kau jadi galak
Bagai seorang diplomat ulung engkau mengelak
Jangan bilang tidak bilang saja iya
Iya lebih baik dari pada kau menangis
Kalau hanya senyum yang engkau berikan
Westerling pun tersenyum
Oh singgahlah sayang pesawat tempurku
Mendarat mulus didalam sanubariku
Kemari.
duduk sini nak dekat pada bapak..
jangan kau ganggu ibumu...
turunlah lekas dari pangkuannya..
engkau lelaki kelak sendiri...
jangan kau ganggu ibumu...
turunlah lekas dari pangkuannya..
engkau lelaki kelak sendiri...
Sabtu, 11 Oktober 2008
Seharusnya itu Terjadi dan Memang Sudah Terjadi
yang sudah terjadi, memang terjadi...
maafkan aku, yang membawamu harus mengalami semua lika-liku ini...
mungkin kurang pantas, aku memintamu dengan sangat, menemani proses-proses pada diriku...
aku sudah tertinggal jauh...
tapi kembali lagi kau menyakin kan ku....
kalo aku boleh berharap, berilah itu kembali...
disini, di tempatku...
tak ada yang bisa aku janjikan kepadamu, lebih dari apapun....
bahwa di hari esok, pasti lebih baik
mari temani kisah ini,
sulit, mungkin berat, yang pasti melelahkan, tetapi juga menawarkan tantangan-tantangan, bahwa tidak ada yang mustahil, bahwa kita juga pasti bisa melalui ini semua...
menuju sebuah tempat yang lebih baik dari hari ini...
sayang,
my special dedicated to my ndutz
maafkan aku, yang membawamu harus mengalami semua lika-liku ini...
mungkin kurang pantas, aku memintamu dengan sangat, menemani proses-proses pada diriku...
aku sudah tertinggal jauh...
tapi kembali lagi kau menyakin kan ku....
kalo aku boleh berharap, berilah itu kembali...
disini, di tempatku...
tak ada yang bisa aku janjikan kepadamu, lebih dari apapun....
bahwa di hari esok, pasti lebih baik
mari temani kisah ini,
sulit, mungkin berat, yang pasti melelahkan, tetapi juga menawarkan tantangan-tantangan, bahwa tidak ada yang mustahil, bahwa kita juga pasti bisa melalui ini semua...
menuju sebuah tempat yang lebih baik dari hari ini...
sayang,
my special dedicated to my ndutz
Jumat, 10 Oktober 2008
SINERGI
REFLEKSI
Setiap Manusia punya parameter dan alat ukur
namun apa artinya jika aku selalu mengukur tanpa mau diukur
beri aku kesempatan, dan tidak perlu kamu melihat lagi, aku terus mengulang kesalahan hal yang sama...
Langganan:
Postingan (Atom)
